Idea is Cheap, Execution is Evertyhing! Here’s Why

idea-execution

 

Ada ide bagus ? Ide keren selalu membuat pencetusnya tampak brilian, cerdas dan hebat. Bayangkan ide membuat pasar online tempat menginap yang bisa memberikan pengalaman berwisata lokal dan unik bagi siapa saja yang bisa mengakses internet. Ide tersebut dicetuskan, diujicobakan, dan direalisasikan dengan sangat cemerlang oleh Brian Chensky ke dalam sebuah fenomena yang sekarang terkenal dengan nama Airbnb. Nah, valuasi Airbnb saat ini (2016), yang belum beroperasi genap 8 tahun, sudah mengalahkan nilai brand-brand hotel terkemuka, seperti Hilton(berdiri 1919), Hyatt(berdiri 1957) dan Mariott (berdiri 1991) yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Bayangkan juga ide memunculkan pendanaan bagi para penemu dan penggagas tanpa harus mengandalkan institusi perbankan. Ide tersebut sudah menjelman menjadi beragam platform crowdfunding/crowdfinancing dengaan nama Kiva, Kickstarter, atau dalam konteks lokal Kitabisa dan Gandengtangan. Sebut ide-ide bagus yang telah terwujud sekarang, bisa jadi Anda bahkan pernah memikirkan, membayangkan, dan membicarakannya, tetapi hanya terbatas pada itu. No need to feel bad. Saya juga sama,(merasa) sering memunculkan ide-ide keren yang tahu-tahu telah menjelma menjadi startup/usaha/bisnis lebih keren lagi. Namun, direalisasikan oleh orang lain.

Want to hear my idea? Please sign this confidentiality agreement. Lucu juga setiap kali memperhatikan bagaimana orang-orang tertentu menjadi sangat protektif atas ide-ide mereka. Sedemikian berhati-hatinya sehingga tidak jarang sebelum ide tersebut diperdengarkan, kita harus menandatangani perjanjian kerahasiaan. Ada kesan kekhawatiraan besar ide “hebat” tersebut akan dicuri dan dimanfaatkan oleh orang lain. Apakah memang selalu harus begitu ?

Nothing is (really) new under the sun. Sekilas kekhawatiran pencurian ide memang wajar. Dan, melindungi ide dengan cara apa pun juga terkesan normal. Bukankah apa pun yang muncul dalam pemikiran kita adalah sepenuhnya milik kita sebagaimana kekayaan dalam bentuk lain? Well, kecuali memang ide telah dicetus, diujicoba, dirangkaikan, dan didetailkan ke dalam sebuah paten, ide tersebut murah atau mungkin tidak ada harganya. Bahkan, paten sendiri punya banyak keterbatasan penerapan dan waktu.

Seriously, great idea is cheap – and anything less than that is worthless. Ide brilian tanpa dieksekusi dengan keren hasilnya hanya sekedar kebanggan punya ide. Ide biasa saja tanpa dieksekusi hasilnya lebih jelek dari biasa saja. Dan, ide jelek tanpa dieksekusi mungkin lebih baik. Derek Sivers dalam bukunya Anything You Want pernah menuliskan kalau ide cuma sekedar faktor penggali sementara yang sesungguhnya bernilai adalah eksekusi.

Maksudnya kurang lebih seperti ini :

Ide brilian: 20

Ide biasa: 1

Ide jelek: -1

Tanpa Eksekusi: Rp 100

Ekseskusi biasa: Rp 100.000

Ekseskusi Brilian: Rp > 100.000.000

Ide brilia tanpa eksekusi hanya bernilai Rp 20.000, tidak cukup untuk bayar parkir seharian. Sementara itu, ide brilian dengan eksekusi birilian bisa bernilai paling tidak Rp 2 miliar. Ilustrasi ini setidaknya bisa memberi gambaran kedudukan ide dan eksekusi. Bisnis, gerakan sosial dan organisasi butuh kedua komponen tersbut. Sah-sah saja merasa punya ide paling sahih, brilian, dan dahsyat. Namun, tanyakan juga hal-hal apa yang sudah dilakukan untuk mendekatkan ide-ide tersebut menjadi kenyataan. Ditutup dengan tulisanini menyitir ucapan mendiang Steve Jobs,

“Great ideas are worthless without polished execution”

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Not Just Persistence, but the RIGHT Kind of Persistence

turtle skateboard.jpg

“Kunci sukses adalah ketekunan atau persistensi!”

Pernah Dengar ? Saya yakin, kalimat ini sering diucapkan banyak orang binyak, dan oleh mereka yang merasa bijak pada berbagai kesempatan. Anjuran tersebut muncul dalam berbagai variasinya seperti ini: “Terus jalani dan tekuni profesi apa pun yang telah di pilih, maka nanti pasti sukses.” Atau dalam bentuk berbeda:”Bisnis apa pun jika dijalani dengan persisten, pasti akan membuahkan hasil.” Contoh Lain Lagi : “Terus tekun belajar, maka nanti akan lulus dengan nilai tinggi lalu bisa melanjutkan pendidikan di tempat unggulan untuk kemudian dapat kerja dan dan hidup sukses gemilang.” Sounds familiar, right? Terdengar sangat normal, masuk akal dan wajar. Lagi pula, bukankah semua nama besar dalam sejarah dunia, Negara, bisnis senantiasa didominasi oleh mereka yang tekun dan persisten ?

Persisten memang penting, bahkan teramat penting dalam proses tumbuh kembang diri. Namun, bisa jadi perlu di perjelas, persistensi macam apa yang tepat. Seorang penulis lagu bisa saja mengarang puluhan atau ratusan lagu sepanjang kariernya, tetapi hanya segelintir yang menduduki puncak anak tangga lagu-lagu popular. Cerita serupa juga bisa terjadi pada penulis, pebisnis, politisi dab berbagai profesi lain di dunia. Dan, lebih jauh lagi tidak semua atau mungkin lebih banyak penulis yang bukunya tidak laku. Pebisnis yang bisnisnya tidak benar-benar jalan. Dan, politisi yang tidak pernah terpilih mewakili apa pun. Apakah kegagalan tersebut semata karena mereka tidak tekun dan tidak persisten ?

Persistence is often misunderstood as doing the same thing over and over again. Segala bentuk nasihat tentang ketekunan sering kali disalahartikan dengan anjuran mengerjakan hal yang sama berulang-ulang hingga berhasil. Jualan bakso hari ini tidak laku ? Atas nama persistensi, besok jualan bakso yang sama lagi untuk besok, lusa, dan minggu depan hingga sukses dan laku keras-atau kehabisan modal.

The right kind of persistence is about persistently improving and innovating. Persistensi pada esensinya adalah ketekunan untuk terus-menerus menguji dan mengkaji umpan balik. Pada saat yang sama, ketekunan juga adalah dalam hal memperbaiki, meningkatkan, dan memajukan kualitas proses. Jadi, di dalamnya terdapat dua elemen utama yang teramat penting: kreaativitas dan inovasi. Sebaliknya, upaya untuk secara terus-menerus mendorong hal-hal yang tidak berjalan baik sama sekali bukan persistensi, juga bukan ketekunan.

If it’s not working, change it – or at least, change some part of it

Anda, saya dan kita semua selalu punya ide-ide yang bisa dikembangkan menjadi beragam karya dan kreasi untuk dinikmati orang lain. Nah, jika karya dan kreasi tersebut tidak diterima oleh pengguna-atau paling tidak ditanggapi hanya basa-basi belaka, hentikan segera! Ini bukan waktunya untuk sekedar tekun memaksakan ide, kehendak, dan ambisi. Ini justru saaatnya menelaah, mengkaji dan menimbang hal-hal yang telah dijalankan. Selanjutnya ? Tekun untuk memperbaiki, menyempurnakan (walaupun tidak akan pernah benar-benar sempurna) dan memantapkan. Terus persisten dalam berkreativitas dan berinovasi.

Percobaan kedua, ketiga, dan seterusnya harus terus dibarengi dengan perbaikan. Jangan cepat berpuas diri dengan respons ala kadarnya. Jika memang tidak istimewa bagi pengguna, artinya memang terdapat beberapa hal yang harus diubah. Reaksi positif tergambar dengan spontanitas dan antusiasme. Selalu jangan buang-buang waktu untuk sekedar mengerjakan ala kadarnya atau mencoba dengan “tekun” hal-hal yang sama sambil mengharapkan hasil yang berbeda. Albert Einstein sangat paham soal ini saat mengatakan ini: “Insanity is about doing the same thing over and over again and expecting different results

Posted in Uncategorized | Leave a comment

3 Stops to Change Your Life Completely

stop_time_iii_by_vimark

Dalam hitungan beberapa hari ke depan, tahun akan segera berganti. Pernah Membayangkan kalau jarak antara kita sekarang dan tahun 2030 lebih dekat dibandingkan dengan tahun 2000? Waktu berlalu begitu cepat sering kali melebihi kemampuan diri memahami, memaknai, dan merasakan. Jika sulit mengingat kembali 15 tahun terakhir, bisa dibayangkan kesulitan saat harus membayangkan 15 tahun ke depan ? Apakah yang telah terjadi akan senantiasa mendikte apa yang akan terjadi ? Apa sudah menjalani hidup sejalan dengan misi (baca: arah) yang diyakini ? Atau mungkin justru masih berusaha mencari tahu peran yang dititipkan pada kita ? Dimana pun posisi Kita saat ini, tidak masalah selama peduli untuk terus berumbuh kembang sesuai dengan fitrah diri masing-masing.

Obat ketidakpastian masa depan, hari esok, dan tahun baru adalah keyakinan. Apakah bakal ada peningkatan kualitas hidup keluarga tahun depan ? Bisakah tahun depan memberi peluang bisnis dan/atau pekerjaan yang lebih baik ? Apa yang harus dilakukan untuk melunasi utang-utang yang membelit atau pindah ke rumah milik sendiri atau mulai merintis usaha sendiri ? Semua Jawaban pertanyaan di atas sama: Apakah sudah yakin dengan dua hal yang senantiasa ditawarkan oleh masa depan: Harapan dan Kesempatan ? Nah, Jika jawabannya adalah “ya”, selanjutnya hanya perlu mengingat 3 stop berikut untuk mempertahankan momentum yang sudah terbangun.

First, stop comparing yourself with others.

Setiap orang punya cerita hidup sendiri, kekuatan tersendiri, dan misi hidup masing-masing. Tidak ada dua orang yang sama walaupun kembar sekalipun. Setiap orang dilahirkan dengan keistimewaan tersendiri yang menjadikan dirinya benar-benar istimewa sebagai dirinya. Jika demikian, kenapa juga harus terus membandingkan pencapaian dengan rekan kerja, saudara kandung, atau orang tua ? Apakah mungkin membandingkan apel dengan kambing ? Lagipula terkadang tanpa disadari justru yang diperbandingkan adalah hal-hal terbaik mereka versus hal-hal terburuk kita? Tidak ada untungnya. Tidak ada Manfaatnya. Hentikan memperbandingkan diri dengan orang lain.

Second, stop letting your past defines your future.

Mengingat masa lalu sangat baik untuk bersyukur, bersabar, dan belajar. Tidak hanya masa lalu tentang diri sendiri, tetapi juga masa lalu orang lain –siapa pun dia. Namun, tidak ada satu pun tentang masa lalu yang bisa diubah, diperbaiki, dan dikoreksi oleh siapa pun –paling tidak hingga mesin waktu ditemukan. Itu pun juga belum tentu praktis.

Dibesarkan di keluarga broken home ? Pernah gagal dalam membina rumah tangga ? Sempat dipecat dari pekerjaan ? Tempo hari sempat menutup usaha karena bangkrut ? Semua itu terjadi pada masa lalu. Masa depan menawarkan sesuatu yang sama sekali berbeda, semua tergantung pada perilaku dan tindakan kita sekarang. Learn from the past. Live in the present. And expect a bright future, always.

Lastly, stop saying “I don’t know” – sejujurnya ini salah satu fakta yang paling mengganunggu tentang bangsa kita, orang Indonesia. Kalimat: “Saya tidak tahu” Sering kali mengantar pada pola pikir pasif, lepas tangan dan tidak pedulian. Jika dibiarkan, bisa jadi sangat berbahaya untuk proses tumbuh kembang diri. Sebelum berkata “saya tidak tahu cara membaca laporan keuangan” atau “saya tidak tahu bagaimana cara memasak” – sebenarnya bisa mulai dengan mengajukan pertanyaan seperti “siapa yang saya kenal bisa bantu saya membaca laporan keuangan?” atau “siapa orang yang paling jago dan suka mengajar saya memasaka?” Dan, segalanya akan dimudahkan. Beneran!

After all people just never change–they grow or stagnate. How will your life turn out to be ?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Un-Confuse Yourself = Make Decision

decision

SIAPA pun yang tergolong manusia normal pasti pernah merasakan ragu, galau, bingung dan bimbang. Anda, Saya dan siapa pun dipastikan tidak kebal dengan perasaan dilematis yang lazim muncul saat harus memilih diantara dua pilihan atau beberapa pilihan. Tidak pernah mudah karena setiap pilihan selalu mengandung unru ketidakpastian dan konsekuensi yang bakal berdampak langsung pada kehidupan. Ragu saat harus memilih perguruan tinggi dan jurusan kuliah menjelang kelulusan SMA. Bimbang kala sedang mencari kerja atau harus memutuskan beberapa opsi profesi dan pekerjaan. Galau saat menentukan pilihan di anatara dua orang terkasih untuk menjadi pasangan hidup. Dan, bingung saat harus menentukan tempat tinggal, sekolah anak, dan seterusnya.

Kabar baiknya, setiap perasaan tersebut adalah sinyal dari dalam jiwa untuk berbuat sesuatu. Perasaan galau, bingung, dan bimbang juga adalah indikasi kalau kita memandang penting situasi yang dihadapi sehingga perlu dilalui dengan hati-hati. Kabar buruknya, jika dibiarkan berkepanjangan akan jelek bagi kesehatan jiwa dan proses tumbuh kembang diri. Bagaimana tidak? Penundaan berkepanjangan bakal membuat banyak hal tertunda. Lamban memutuskan kuliah pasti berdampak pada waktu terbuang. Enggan menentukan pilihan hidup bisa jadi ditinggal menikah oleh keduanya. Nah lho!

Decision is about conviction & belief, not knowledge & information.

Menunda-nunda keputusan sering kali didasarkan pada keinginan untuk punya informasi lebih lengkap dan tahu lebih banyak. Harapannya menunda satu bulan atau satu minggu atau satu hari akan mendatangkan lebih banyak pengetahuan sehingga bisa lebih mantap saat harus memutuskan. Di sini letak salah satu problem terbesarnya: waktu – atau bahkan informasi tambahan sama sekali tidak menjamin keyakinan untuk memutuskan.

To Decide is to make a stand from the past in the present – and for the future

Kata “decision” berasal dari bahasa latin “decisio” atau “decidere” yang berarti memotong tuntas. Bahasa Indonesia sudah mengadopsi kata ini dengan tepat sebagai “keputusan” artnya sesuatu yang harus dituntaskan. Syaratnya bukan kelengkapan informasi, melainkan keyakinan untuk menentukan pilihan dan keberanian menjalani konsekuensi pilihan tersebut.

When decision is made is so much more important than what decision is made

“Kapan” sebuah keputusan ditetapkan bisa jadi lebih penting daripada “apa” yang diputuskan. Kecepatan pengambilan keputusan juga berperan penting dalam mengusir keraguan, kebimbangan dan kegalauan bisnis bisa bergulir dan kehidupan bisa terus berjalan.

Make use the perfect window of time to make decision

Namun, kecepatan juga tidak berarti keteledoran para ahli ilmu psikologi dan sosiologi melalui serangkaian riset yang panjang bahkan percaya bahwa kualitas keputusan sangat dipengaruhi pemanfaatan waktu yang tersedia semaksimal mungkin. Maksudnya, jika perlu memutuskan hari kamis, ada baiknya memutuskan pada hari kamis – dan tidak sebelumnya atau sesudahnya.

Catatan penting lain dalam seni mengambil keputusan dan mengusir keraguan adalah komitmen untuk menjalaninya. Keputusan benar atau salah bisa dirasakan saat muncul kelegaan (jika keputusan benar) atau penyesalan (jika keputusan salah). Itu untuk pembelajaran dalam proses pengambilan keputusan berikut, bahkan alasan untuk tidak mengambil keputusan. Tunggu apa lagi, jangan berlama-lama pada posisi dilematis. Tentukan tenggat waktu. Bergiat mencari informasi sebanyak-banyaknya dalam kurun waktu tersebut. Dan, putuskan dengan sepenuh hati dan berani. Sebagaimana dengan sangat elegan pernah dituliskan oleh seseorang dalam pembahasan ini: Everything worthwhile in life starts with the decision to try – Rene Suhardono

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Finish What You Started.

finishSetengah, seperdelapan, seperempat dan pecahan lainnya yang belum menggenapi dalam sebuah bilangan. Semua itu adalah hal yang tanggung, memang sebuah angka itu eksak/pasti, angka tersebut dibutuhkan untuk berbagi, misalkan saya mempunyai 1 buah kue dan saya akan bagikan setengah untuk orang lain. Itu analogi mudah dalam perhitungan, namun saya tidak berbicara mengenai perhitungan dan matematika karena saya tidak pandai dalam hal berhitung.

Topik kali ini setelah lama vakum dari hal tulis menulis mungkin karena adanya mencari ide dalam proyek akhir yang sedang saya kerjakan. Selesaikan, selesaikan , dan selesaikan di balik dinding tembok kamar mu, itu lah seharusnya motivasi yang harus dilahap jangan hanya melancong entah kemana dinding tembok dan sekotak hitam elektronik bernama laptop selalu menunggu untuk dibuka dan cari lah file proyek akhir yang terdapat disana!

Saya teringat dari kata – kata film Indonesia legendaris yang di remake ke seri kedua di abad millennium ini, yaitu, Catatan Harian Si Boy. Ada satu adegan tentang film bercerita orang kota borjuis yang gemar  balapan. “Kalau lo udah Start, selesain sampai garis Finish”.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jadilah yang Terbaik

be wannaJika kamu tak bisa jadi cemara di puncak bukit,

Jadilah belukar di lembah, tapi jadilah

Belukar kecil terbaik di tepi sungai,

Jadilah semak jika kamu tak bisa jadi pohon.

Jika kamu tak bisa jadi semak, jadilah sejumput rumput,

Dan membuat jalan lebih ceria;

Jika kamu tak bisa jadi ikan muskie*, jadilah ikan bass**,

Tetapi jadilah ikan bass paling lincah di danau!

Kita semua tak mungkin jadi kapten; kita harus jadi awak,

Selalu ada sesuatu untuk kita disini.

Ada hal besar dan kurang besar untuk dikerjakan,

Dan tugas yang harus kita kerjakan adalah yang terdekat.

Jika kamu tak bisa jadi jalan raya, jadilah jalan setapak,

Jika kamu tak bisa jadi matahari, jadilah bintang,

Bukan ukuran yang membuatmu menang atau kalah.

Apa pun dirimu, jadilah yang terbaik!

Douglas Malloch

*Ikan Muskie: ikan besar untuk olahraga memancing

*Ikan Bass: ikan kecil untuk makanan ikan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

2015: The Year of Relentless Optimism

 

365 hari yang penuh kejadian, fakta, dan cerita telah berlalu. Selamat datang 2015. Episode baru kehidupan telah terhampar di hadapan mata dengan segala kesempatan dan tantangan, serta rahasia dan pembelajaran. Bagaimana harus melangkah agar tidak senantiasa terperdaya situasi? Apakah cukup dengan menuliskan resolusi sebagaimana yang lazim dibahas dalam berbagai media mainstream oleh para pakar? Apalagi, sih, yang bisa dilakukan?

Resolusi tidak jelek walaupun bukan segalanya. Saya tidak akan pernah merekomendasi penulisan resolusi secara adhoc, terlebih tanpa melalui proses pemahaman diri yang baik(passion dan mission). Tanpa itu, resolusi tidak akan pernah relevan dalam kehidupan dan hanya dipenting-pentingkan menjelang tutup tahun dan segera dilupakan saat awal tahun. Apakah anda masih ingat resolusi tahun 2014? Bagaimana dengan resolusi tahun-tahun sebelumnya?

Can anyone be an optimist? Are you an optimist? Obyektif penulisan resolusi tahunan adalah untuk menumbuhkan keyakinan terhadap diri sendiri dan tentang hari esok yang lebih baik. Singkatnya, ajakan membangun optimisme dan dorongan agar memilih jadi orang optimis. Kegagalan resolusi adalah saat tidak diimbangi oleh optimisme sang empunya.

Optimism goes so much more than positive thinking. Apakah optimisme adalah soal cara pandang positif tentang segala hal? Tidak hanya itu. Optimis berasal dari bahasa Latin “optimus” yang mengandung arti “terbaik.” Tidak sekedar dalam memandang orang lain, lingkungan, atau keadaan sekitar, tetapi jauh lebih penting dari itu juga cara pandang ke dalam dan terhadap diri sendiri. Seorang optimis tidak sekedar melihat hal terbaik dalam setiap keadaan, tetapi keyakinan bahwa situasi-kondisi-dan-apapun itu dihadirkaan untuk membantu proses tumbuh kembang dirinya.

Relentless optimism requires clarity of mission In life. Kenapa harus begitu? Karena seorang optimis meyakini dirinya sebagai pengemban misi khusus tertentu untuk menjadikan dunia, alam, negara, organisasi, dan keluarga jadi lebih baik melalui kehadirannya. Dalam tataran sudut pandang ini, tidak ada lagi hal yang buruk karena sekedar buruk atau jelek karena sekedar jelek. Semua terjadi karena didasari alasan terbaik dan akibat terbaik yang akan terjadi pada waktunya.

Yesterday’s bad news could be tomorrow’s most awesome story. Nah, begitu banyak hal buruk dan baik telah terjadi pada diri kita sepanjang 2014. Begitu banyak peristiwa membahagiakan, menakutkan, memberdayakan, menyedihkan, merindukan, menyebalkan, membosankan, menggairahkan, menyegarkan, melegakan, dan seterusnya. Semua sengaja dimunculkan demi maksud terbaik untuk kita sekarang, besok dan selanjutnya. Jika sudah bisa memegang prinsip ini, Anda boleh menyebut diri sebagai seorang optimis.

Apa yang bisa dilakukan sekarang selain menuliskan resolusi awal tahun? Coba ajukan 3 pertanyaan yang bakal Anda jawab ini pada diri sendiri:

(1) Sebut satu pengalaman Anda pada 2014 yang bakal anda ingat seumur hidup?

(2)Hal terbaik apa yang Anda lakukan/putuskan pada 2014, apakah itu dan kenapa?

(3)Jika ada 1 hal yang bisa Anda ubah pada 2014, apakah itu dan kenapa?

Jawaban-jawaban Anda akan memberi gambaran bagaimana Anda bisa menapaki 2015.

Yesterday I was clever so I wanted to change the world. Today I am wise so I am changing myself’.”

-Rene Suhardono, Coach Career

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pemuda

sumpah_pemuda

Potensi terbesar dari satu kesatuan negara bahkan seluruh dunia terletak di tangan pemuda. Mengapa ? Karena meskipun pemuda minim pengalaman tapi pemuda menawarkan masa depan yang lebih baik. Dibagi 3 kelas hirarki untuk kategori usia produktif; anak, muda, dan usia lanjut, di usia muda ini lah produktivitas bekerja, berpikir, dan bertindak dengan semangat berkobar membawa idealisme yang tak akan pudar. Beruntunglah jika pemuda di masa ini masih akan sadar bahwa mereka lah sebenarnya tonggak tiang peradaban yang lebih baik. Kita (pemuda), yang akan menggantikan generasi tua untuk membangun yang lebih baik. Banyak tokoh muncul ketika di usia muda namun tak banyak tidak diberikan umur panjang untuk melanjutkan apa yang harus diperbuat oleh tokoh tersebut tapi pemikiran mereka tak pernah mati, melanjutkan tekad dan titipan sebekal pemikiran yang tak lekang ditinggal zaman yang terus berubah.

Indonesia, bangsa yang merebut kemerdekaan ketika terdesak dari penjajahan asing tak lepas dari peran pemuda dan menamkan rasa nasional untuk seluruh bangsa. Terbukti Kongres pertama ketika itu mengumpulkan seluruh pemuda dari pelosok tanah air, ketika itu masih terbagi dengan istilah “Jong” atau pemuda dari berbgai daerah seperti “Jong Java” yang mewakili pemuda-pemuda dari tanah jawa; Semua itu diruntuh kan dengan terbentuk dari hasil kongres pemuda yang kedua yaitu SUMPAH PEMUDA bertepat 28 Oktober 1928 di Jakarta. Berisi 3 poin untuk menyepakati bahwa bangsa,tanah air dan bahasa adalah satu yaitu Indonesia, sebuah hal yang sangat sulit sebenarnya diwujudkan dalam kondisi Indonesia di tangan asing dan terpecah belah dengan tidak adanya satu kesatuan.

Kini di era millennium ketika semua hal apapun layak dipertahankan dan dikembangkan untuk lebih baik di masa depan. Tidak ada lagi harus kewajiban mengangkat senjata dan menghunuskan ke arah musuh, melainkan terus berkarya untuk memajukan dan mewariskan semua pemikiran baik yang ada di tangan pemuda untuk generasi selanjutnya; “Ketika orang sudah tiada, yang mereka ingat hanya lah nama dan apa yang telah ia perbuat”

Selamat Hari Sumpah Pemuda!

Bandung, 28 Oktober 2014

-G.K-

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tambah Tua dan Tambah Muda

BabyBirdManFULL

Mungkin kantor-kantor event organizer dalam manajemen waktu sedikit berbeda. Mereka membuat namanya backward planning dalam merencanakan suatu event. Katakanlah tanggal 28 September maka hari itu disebut hari H. Lalu, ditulis H-1:periksa ruangan, H-3: pesan makanan, H-30:pesan gedung. Metode itu diterapkan untuk memanajerial sebuah acara.

Digunakan juga pola mundur seperti kita memakai timer di jam tangan kita. Ada timer 10,9,8,7, atau kalau di NASA-Badan Antariksa Amerika Serikat- ada hitungan mundur peluncuran roket:5,4,3,2,1… lift off!

Pujangga Amerika Serikat, Mark Twain, mengatakan betapa enaknya andaikata hidup ini bisa dimulai dengan melakukan hal-hal paling sulit dan berakhir di hal-hal yang sederhana. Entah kita bekerja mundur atau maju memang ada bagusnya dan ada pula jeleknya. Semua itu tergantung kebutuhan.

Pikiran terlintas ketika menyaksikan film berjudul the curious case of Benjamin button. Cerita itu begitu bagusnya dan menyentuh. Jadi kepengin mencari bukunya karena tema itu berasal dari tulisan seorang novelis ternama di Amerika Serikat, F. Scott Fitsgerald.

Ternyata, the curious case of Benjamin button bukan novel panjang, tapi cerita pendek. Cerpen ini bisa melahirkan film yang panjang dan bagus karena ide dasarnya kuat. Seperti biasa, versi film membuat penyimpangan agar film itu lebih seru. Pada akhirnya, film itu secara visual maupun suasana mirip film Forest Gump.

Bedanya Forrest gump tentang orang biasa-biasa yang terlibat peristiwa besar dan bertemu dengan orang-orang besar, mulai dari Elvis Presley sampai Presiden Amerika Serikat. Sementara itu, Benjamin Button berkisah tentang orang luar biasa yang terlibat peristiwa sehari-hari.

Benjamin Button ini terlahir sebagai bayi dengan fisik seperti orang yang berumur 80 tahun. Mukanya keriput seperti orang tua, tapi badannya mungil layak nya bayi. Waktu diperiksa dokter, ketahuan kondisi nya bukan seperti bayi. Maklum, yang lebih banyak adalah penyakit orang tua ketimbang penyakit bayi. Tulangnya sudah keropos, paru-parunya lemah. Ini sih beneran badan orang umur 80 tahunan. Makanya ia dianggap monster.

Meskipun terlahir dengan badan 80 tahunan dan hampir-hampir mati,toh, lama-kelamaan, seiring dengan bertambahnya usia, ia makin sehat. Dan, malah, makin kelihatan muda. Jadi keinget sempet ada konferensi pers soal politik, ada yang bilang sebaiknya batas umur presiden itu 55 tahun. Terus, gimana kalau ada calon yang umurnya 55 tahun ? Kalau Benjamin Button sih tunggu aja 10 tahun lagi, nanti dia juga jadi muda.

Catatan terakhir yang penting dalam cerita ini adalah Benjamin bertemu dengan seorang perempuan yang kira-kira lahirnya sama. Maksudnya, ketika Benjamin masih bayi, si perempuan ini pun juga bayi. Sewaktu perempuan itu 10 tahun. Benjamin 70 tahun. Perempuan itu makin tua, Benjamin justru makin muda. Perempuan itu amat mencintai Benjamin meskipun bertampang aki-aki. Sebaliknya, Benjamin pun mencintai perempuan itu. Orang-orang memandang aneh percintaan dua sejoli yang berbeda umur itu. Toh, perempuan itu tetap teguh mencintai Benjamin.

Permpuan itu tambah tua, adapun Benjamin kian muda. Dan, suatu ketika, pada saat si perempuan berumur 43 tahun, Benjamin pun bertampang seperti usia 43. Perempuan cantik itu diperankan oleh Cate Blanchett, sementara Benjamin Button diperankan aktor Bradd Pitt.

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

The World Will Not Be Waiting For You – Your Life is you

wayIf you live based on fear – you shall be living a life of regrets. Terdapat banyak hal yang bisa diperbaiki, namun menyesali pilihan yang sudah diambil tidak akan mendatangkan manfaat apapun. Pilihan selalu ada bahkan saat mengatakan tidak punya pilihan. Memutuskan pilihan terbaik memang tidak selalu mudah, namun dipastikan akan membuat hidup jauh lebih menarik.

Your heart knows long before your head does. Setiap orang rata-rata memikirkan belasan ribu pemikiran dalam sehari. Apa yang membedakan adalah keputusan yang diambil. Dan mekanisme pengambilan keputusan terbaik tidak terjadi di kepala, namun di hati.

Don’t figure out your priorities in life while dying in your deathbed:minutes become days become weeks become months become years. Tidak ada yang tahu kapan ajal menjelang, namun pasti akan tiba. Lebih baik menjalani hidup daripada menyesalinya. Apakah sudah menjalani hidup sesuai dengan pilihan sendiri ? Apakah sudah menjadi diri sendiri yang terbaik ? Apabila belum, apakah sudah membuat langkah-langkah menuju ke arah tersebut ?

“In my world fantasy I see a just world, We all live in peace and honesty” -Nella Fantasia

Posted in Uncategorized | Leave a comment